Pengertian Peta Minda
Peta minda adalah suatu ilustrasi grafis yang konkrit yangdapat menunjukan bagaimana suatu konsep berhubungan atau terkait dengan konsep-konsep lain yang termasuk kategori yang sama.
Peta minda merupakan salah satu cara visual-spatial dalam bentuk kecerdasan beragam atau Multiple Intellenges yang sekarang ini sudah diterapkan dalam sistem pembelajaran di sekolah-sekolah.
Peta pikiran penting bagi siswa untuk memudahkan belajar. Selain itu, peta minda juga penting karena :
- Menghemat waktu belajar dan mengulang.
- Memfasilitasi pembelajaran.
- Memungkinkan siswa menginterpretasikan semua pelajaran yang telah dipelajari.
Jenis-Jenis Peta Minda
Peta minda dibedakan menjadi berikut.
- Circle Map (Peta Bulatan), digunakan untuk sumbangsaran ide yang memamerkan pengetahuan sedia berkaitan sesuatu tajuk dengan memberikan maklumat mengikut konteks.
- Bubble Map (Peta Buih), digunakan untuk memperbanyak kebolehan murid untuk mengenal pasti atau atau menunjukan kualitas. Umumnya bubble map menggunakan perkataan deskriptif atau uraian.
- Double Bubble Map (Peta Buih Berganda), digunakan untuk membandingkan beza sesuatu.
- Tree Map (Peta Pokok), digunakan untuk mengklasifikasikan bahan atau ide.
- Brace Map (Peta Dakap), digunakan untuk menganalisis objek fisikal. Garis sebelah kiri adalah nama atau gambar keseluruhan objek. Garis pada bagian kedua adalah bagian utama.
- Flow Map (Peta Alir), digunakan untuk membuat urutan sesuatu proses.
- Multi Flow Map (Peta Pelbagai Alir), digunakan untuk menunjukan dan menganalisis hubungan sebab akibat. Segiempat yang berada ditengah adalah peristiwa yang penting. Bagian sebelah kiri adalah sebab-akibat peristiwa tersebut, manakala bagian sebelah kanan pula adalah akibat daripada peristiwa tersebut.
- Bridge Map (Peta Titi), digunakan untuk memberi peluang kepada pelajar untuk mengaplikasikan proses analogi dengan menggunakan faktor penghubungan.
Cara Membuat Peta Minda
Dibawah ini merupakan cara membuat peta minda.
- Pertama, tentukan terlebih dahulu bahan bacaan.
- Tentukan konsep-konsep yang relevan.
- Urutkan konsep-konsep tersebut mulai dari yang paling inklusif sampai yang paling tidak inklusif atau contoh-contoh.
- Susunlah konsep-konsep tersebut di atas kertas, mulai dari konsep yang paling inklusif di puncak ke konsep yang paling tidak inklusif.
- Kemudian hubungkan kosep yang berkaitan dengan garis-garis penghubung dan memberi kata penghubung pada setiap garis punghubung tersebut.
- Kembangkan peta minda yang telah dibuat tersebut. Contohnya dengan menambahkan dua atau lebih konsep yang baru ke setiap konsep yang sudah ada di dalam peta minda.
Komentar
Posting Komentar